Senin, 21 November 2011

Artikel Penilaian prestasi kerja

PENILAIAN PRESTASI KERJA

Organisasi yang selalu berkembang merupakan dambaan semua orang. Baik pemerintahmaupun swasta mengharapkan organisasinya tumbuh dan berkembang dengan baik, sebab duniaterus berkembang. Dengan perkembangan tersebut diharapkan organisasi mampu bersaing dan berakselerasi dengan kemajuan zaman. Kenyataan menunjukkan bahwa organisasi yang tidak mampu berakselerasi dengan kemajuan zaman akan tertinggal untuk kemudian tenggelam tertelan zaman.Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan suatu organisasi adalahmelalui hasil Penilaian Prestasi Kerja (PPK) yang ada pada organisasi tersebut. PPK dalam bahasaInggris dikenal dengan istilah

Performance Appraisal

. Dari PPK dapat dilihat kinerja kerja organisasiyang dicerminkan oleh kinerja kerja pegawainya.Hasil PPK dapat menunjukkan apakah SDM (pegawai) pada organisasi terebut telahmemenuhi sasaran/target sebagaimana yang dikehendaki oleh organisasi, baik secara kuantitasmaupun kualitas, bagaimana perilaku pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya, apakah cara kerjatersebut sudah efektif dan efisien, bagaimana penggunaan waktu kerja dan sebagainya. Denganinformasi tersebut berarti hasil PPK merupakan refleksi dari berkembang atau tidaknya organisasi.Pada organisasi yang cukup maju, hasil PPK digunakan sebagai bahan pertimbangan prosesmanajemen SDM seperti promosi, demosi, dikla, kompensasi, pemutusan hubungan kerja dansebagainya. Dijadikannya PPK sebagai bahan perimbangan sedikit banyaknya memotivasi pegawsaiuntuk bekerja lebih giat lagi. Dengan demikian PPK merupakan salah satu faktor kunci tumbuh dan berkembangnya suatu organisasi.Pada organisasi yang cukup maju, hasil PPK digunakan sebagai bahan pertimbangan prosesmanajemen SDM seperti promosi, demosi, dikla, kompensasi, pemutusan hubungan kerja dansebagainya. Dijadikannya PPK sebagai bahan perimbangan sedikit banyaknya memotivasi pegawsaiuntuk bekerja lebih giat lagi. Dengan demikian PPK merupakan salah satu faktor kunci tumbuh dan berkembangnya suatu organisasi.Keinginan bangsa kita untuk menuju perbaikan kinerja kerja melalui PPK sudah ada. Haltersebut ditunjukkan oleh penggunaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) di seluruhorganisasi pemerintah dan sebagian besar organisasi swasta. Namun sayangnya kebanyakan pengelola PPK (departemen SDM/personalia) masih belum siap.Fenomena yang kemudian muncul ke permukaan adalah PPK masih belum dianggap penting.Anggapan tersebut ditunjang oleh sistem penilaian PPK yang masih bersifat

sembarangan

sebagaiakibat dari hasil PPK yang belum dijadikan bahan pertimbangan proses manajemen SDMselanjutnya, seperti perencanaan karier, diklat, kompensasi, PHK, dan sebagainya.Di samping itu, PPK yang ada juga banyak memiliki kelemahan seperti : besarnya porsi poinyang bersifat subyektif, penilaian yang dilakukan satu tahun sekali pada periode yang sama dapatmengakibatkan bias, banyak organisasi yang belum memiliki uraian kerja yang mantap yangmengakibatkan kesulitan di dalam membuat PPK, dan sebagainya.Sehubungan dengan hal di atas, maka materi Penilaian Prestasi Kerja (PPK) dalammanajemen SDM merupakan bagian yang cukup penting untuk dikaji dan dipelajari. Pembicaraanmengenai PPK memang menarik. Sebagai bagian dari Manajemen Sumber Daya Manusia, PPK atau

Performance Appraisal

merupakan salah satu faktor kunci tumbuh dan berkembangnya suatuorganisas/perusahaan.Hasil penilaian dapat menunjukkan apakah Sumber Daya Manusia (pegawai/karyawan) padaorganisasi/perusahaan tersebut sudah memenuhi target atau sasaran yang dikehendaki baik secarakualitas maupun kuantitas, bagaimana perilaku pekerja dalam melakukan pekerjaannya, apakah carakerja tersebut sudah efektif dan efisien, bagaimana penggunaan waktu kerja, dan sebagainya.Ketidakakuratan hasil PPK dapat merusak atau mengganggu perencanaan sumber dayamanusia pada organisasi. Perencanaan karier, pengembangan karier, diklat, penambahan tenaga kerjaakan salah, bila hasil PPK tidak dapat menggambarkan kondisi pekerja yang sebenarnya. Hasil PPK pegawai juga dapat dijadikan pertimbangan organisasi/perusahaan di dalam memberikan kenaikanupah/bonus.Hasil PPK tidak hanya berpengaruh pada organisasi, tapi juga berpengaruh pada individu pegawai/ karyawan. PPK yang tidak didasarkan pada kriteria yang obyektifdapat menimbulkankeresahan dan rasa tidak aman. Sebaliknya penilaian dengan cara yang tepat dan standar atau targetyang dinilai jelas dapat meningkatkan motivasi dan gairah kerja pegawai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar