Senin, 19 September 2011

Etika, hukum dan perlakuan yang adil dalam MSDM

MiringArti Etika


Etika adalah prinsip-prinsip melaksanakan pengaturan terhadap individu atau suatu kelompok; khususnya standar-standar yang anda gunakan untuk memutuskan bagaiman cara anda meleksanakan sesuatu.

Keputusan yang berkaitan dengan etika selalu memiliki dua karakteristik. Pertama, keputusan-keputusan tersebut selalu melibatkan penilaian normatif. Penilaian normative mengimplikasikan bahwa sesuatu itu baik atau buruk, benar atau salah, lebih baik atau lebih buruk.

Keputusan etika selalu melibatkan moralitas, standar-standar perilaku mana yang diterima oleh masyarakat. Standar-standar moral berbeda dengan standar lain dalam beberapa hal. Mereka berkaitan dengan perilaku yang memiliki konsekuensi serius terhadap kesejahteraan masyarakat, seperti pembunuhan, penipuan, dan pencemaran nama baik. Mereka tidak dapat dibangun dan diubah oleh keputusan badan kewenangan tertentu seperti legisltif dan mereka harus lebih penting daripada keinginan pribadi. Banyak orang percaya bahwa penilaian moral tidak pernah situsional. Penilaian moral cenderung memicu emosi.

Etika dan Hukum.

Hukum bukanlah hal terbaik dalam hal etika, karena sesuatu bisa saja sah tapi tidak benar, dan sesuatubisa saja benar tapi tidak sah. Anda dapat membuat keputusan yang melibatkan etika berdasarkan apa yang sah. Etika adalah membuat keputusan yang merupakan representatif dari apa yang kita dukung, tidak hanya menurut hukum kadang kala perilaku tidak sah dan etis.

Etika, Perilaku Yang Adil , dan Hukum.

Keadilan adalah bagian yang terintegrasi dari apa yang dipikirkan orang sebagai hukum. Para ahli umumnya mendefinisikan hukum organisasional dalam tiga komponen:

1)Hukum distributif mengacu pada keadilan dan dari hasil suatu keputusan.

2)Hukum procedural mengacu pada keadilan suatu proses yang digunakan oleh

perusahaan untuk mengalokasikan kenaikan tunjangan.

3)Hukum Interaksional atau Interpersonal mengacu pada perilaku saat manajer melakukan hubungan antarpersonal mereka mereka dengan para karyawan, dan khususnya pada tingkatan mana mereka memperlakukan karyawan dengan rasa hormat sebagai lawan dari tindak kekerasan dan ketidakhormatan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar