Senin, 03 Oktober 2011

Bank Soal Perencanaan SDM

1.Jelaskan pro dan kontra dari lima sumber calon karyawan?

Jawab:

Para perekrut dapat sangat berguna. Mereka memiliki banyak kontak dan sangat mahir dalam menghubungi calon karyawan yang memenuhi syarat yang saat ini telah bekerja, yangsecara tidak aktif mencari pekerjaan untuk mengibah pekerjaannya. Mereka juga dapatmempertahankan kerahasiaan nama perusahaan Anda dalam proses pencarian. Perekrutseperti ini dapat menghemat waktu manajeman puncak bila mengiklankan posisi yangdibutuhkan dan menyaring ratusan pelamar. Pembayaran perekrut sebenarnnya tidak besar bila dibandingkan dengan biaya yang dihemat oleh eksekutif itu. Tetapi, ada jugakekurangannya. Sebagai seorang pengusaha penting bagi Anda untuk menjelaskan secaralengkap jenis calon karyawan Beberapa perekrut juga cenderung menjadi penjual daripadasebagai professional. Mungkin mereka lebih tertarik membujuk Anda untuk mempekerjakanseorang calon karyawan daripada menemukan seseorang yang akan benar-benar melakukan pekerjaan itu. Perekrut juga menyatakan bahwa apa yang katakannya diinginkan oleh klienmereka sering tidak benar-benar akurat.


2.Sebutkan 4 jenis informasi utama yang ada dalam formulir aplikasi?

Jawab:

Anda dapat membuat penilaian untuk hal-hal yang substantif, seperti Pendidikan pelamar dan pengalaman dalam melakukan pekerjaan.

Anda dapat menarik kesimpulan tentang kemajuan dan perkembangan pelamar itusebelumnya, karakteristik yang sangat penting untuk calon karyawan manajeman.

Anda dapat menarik kesimpulan tentatif mengenai stabilitas pelamar berdasarkancatatan kerja sebelimnya.

Anda mungkin dapat menggunakan data dalam aplikasi untuk memprediksi calonkaryawan mana yang akan berhasil da;am pekerjaan dan mana yang tidak.



3.Secara khusus, bagaimana undang-undang kesempatan kerja yang sama diterapkankepada aktivitas perencanaan personel dan perekrutan?

Jawab:

Menetapkan tujuan lalu memahami perusahaan mereka serta memberi masalah yangmulai dari pelatihan/workshop karyawan, bantuan kesejahteraan melalui kesejahteraan.


4.Sebutkan 5 hal yang harus selalu diingat oleh pengusaha saat menggunakan situsinternet untuk mendapatkan calon karyawan?

Jawab:

Pengusaha harus melacak data aliran pelamar. Pengusaha butuh detail berkaitan dengan pelamar, software penyaringan online mungkin tidak tersedia. Memberikan informasiyang relevan (deskripsi pekerjaannya), membuat iklan web yang efektif, membuat umpan balik yang tidak lambat, membuat gambar-gambar yang baik sehingga pencari kerjamudah menggunakan web-site tersebut.


5.Apakah hal utama yang akan anda kerjakan untuk merekrut dan mempertahankantenaga kerja yang lebih beragam?

Jawab:

Hal utama yang harus dikerjakan untuk merekrut dan mempertahankan tenaga kerja yanglebih beragam adalah memformulasikan kebijakan dan aktifitas fungsional yangmendukung strategi kompetitif dengan membentuk perilaku dan kompetensi karyawandan sistem pengukuran dan perekrutan yang efektif seperti jumlah pelamar yangmemenuhi kualifikasi per posisi, persentase pekerjaan yang diisi dari dalam perusahaansendiri, hasil jumlah pekerjaan yang ditawarkan dengan penerimaan, penerimaan olehsumber-sumber perekrutan dan hasil tes seleksi sumber perekrutan.


Soal Diskusi PEr

Artikel Perencanaan SDM

Menjelaskan Teknik Utama yang Digunakan dalam Perencanaan dan Peramalan Pekerjaan.
Memprediksi kebutuhan Personel.
Analisis tren adalah studi kebutuhan pekerjaan masa lalu di perusahaan selama suatu periode tahun untuk memprediksikan kebutuhan masa depan. Analisis tren dapat memberikan perkiraan awal, tetapi level pekerjaan jarang yang hanya bergantung pada ukuran waktu. Faktor lain (seperti perubahan dalam volume penjualan dan produktivitas) juga memengaruhi kebutuhan pengisian staf.
Analisis rasio adalah teknik peramalan untuk menentukan kebutuhan staf masa depan dengan menggunakn rasio diantara, misalnya volume penjualan dan jumlah karyawan yang dibutuhkan.
Scater plot adalah metode grafis yang digunakan untuk membantu mengenali hubungan antara dua variable, seperti ukuran aktivitas bisnis dan level penyusunan staf perusahaan yang berhubungan.

Ø Sistem manual dan bagan pengganti.
Bagan pengganti adalah catatan perusahaan yang memperlihatkan prestasi saat ini dan kemampuan dipromosikan dari kandidat dari dalam untuk posisi yang paling penting. Para manajer menggunakan beberapa perangkat manual sederhana untuk menelusuri kualifikasi karyawan. Persediaan personel dan cataatan perkembangan menyusun informasi kualifikasi atas setiap karyawan. Informasi itu diambil, karier dan minat perkembangan, bahasa dan keterampilan. Kemampuan promosi sebagai potensi yang pengganti untuk satiap posisi yang dapat mengembangkan kartu pengganti posisi.



Sistem informasi terkomputerisasi.
Banyak sistem terkomputerisasi seperti ini, karyawan dan departeman SDM memasukkan informasi tentang latar belakang karyawan, pengalaman, dan keterampilan, sering meggunakan intranet perusahaan.
Meramalkan permintaan persediaan kandidat dari luar perusahaan.
Bila tidak akan memiliki cukup kandidat dari dalam untuk mengisi lowongan yang diantisipasi (ingin keluar untuk alasan lain), perlu berfokus pada berusaha untuk mengantisipasi ketersediaaan kandidat dari luar. Sebagai contoh, mungkin ingin mempertimbangkan kondisi ekonomi umum dan taraf pengangguaran yang diperkirakan. Biasanya makin rendah taraf pengangguran, akan makin sulit untuk merekrut personel.
5.2 Menyebutkan dan Membahas Sumber Eksternal Para Calon Karyawan.
Perekrutan yang efektif.
Makin banyak pelamar yang anda dapatkan, menjadi makin selektif dalam memperkerjakan. Bila hanya ada dua kandidat yang melamar untuk dua lowongan, Anda hanya ingin memiliki sedikit pilihan selain memperkerjakan mereka.
Perekrutan adalah hal yang lebih kompleks dari apa yang dipikirkan oleh seorang manajer. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan penempatan iklan atau memanggil agen pekerjaan. Pertama, upaya perekrutan harus sesuai dengan rencana strategis perusahaan. Kedua, beberapa metode perekrutan lebih baik dari yang lain, bargantung pada jenis pekerjaan yang Anda rekrut dan yang menjadi sumber Anda. Ketiga, keberhasilan rekrutmen bergantung pada luasan area masalah dan kebijakan nonrekrutmen SDM.
Mengorganisasikan Fungsi Perekrutan.
Ada beberapa keuntungan melakukan sentralisasi fungsi perekrutan. Pertama, sentralisasi memudahkan untuk mengaplikasikan prioritas strategis perusahaan secara keseluruhan
Melakukan perekrutan secara terpusat memiliki keuntungan lain. Metode ini mengurangi duplikasi (memiliki beberapa kantor perekrutan), memudahkan untuk menyebarluaskan biaya dari tekhnologi baru (seperti solousi perekrutan dan penyaringan berbasis internet) pada lebih banyak departemen, membentuk tim ahli perekrutan dan memudahkan untuk mengidentifikasi mengapa perekrutan yang dilakukan berjalan dengan baik (gagal). Metode ini juga menghasilkan kesesuaian/sinergi.
Kerja sama Lini dan Staf, Manajer SDM yang merekrut untuk sebuah lowongan pekerjaan jarang sekali menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi prestasi orang tersebut. Oleh karena itu, orang itu harus menetahui dengan pasti apa yang diminta pekerjaan tersebut dan ini berarti berbicara dengan penyelia yang terlibat.
5.3 Merekrut Para Calon Karyawan Secara Efektif.
Mengukur Efektifitas Perekrutan
Apa yang harus diukur dan bagaimana mengukurnya. Berkaitan dengan apa yang harus diukur, jawaban yang mudah adalah, “Berapa banyak pelamar yang dapat dihasilkan dari setiap sumber perekrutan?” Iklan di internet mungkin menghasilkan lebih banyak daripada iklan di Koran Minggu, jadi paling tidak kita harus menilai berbagai sumber yang berbeda berdasarkan pada berapa jumlah pelamar yang dihasilkan.
Pada praktiknya, lebih banyak adalah tidak selalu berarti lebih baik. Pengusaha harus manarik pelamar yang berkualitas, tidak hanya pelamar. Satu iklan internet mungkin dapat menghasilkan ribuan pelamar, banyak yang berasal dari jauh yang tidak memungkinkan mereka jadi calon karyawan yang dapat bekerja dengan baik. Bahkan dengan pra penyaringan yang terkomputerisasi dan software penelusuran, tetap ada biaya dalam pengelolaan kumpulan pelamar. Semakin besar kelompok pelamar, samakin banyak pelamar yang harus dihubungi dan diseleksi, meningkatkan biaya dan makin potensial memperlama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi yang kosong. Lebih jauh lagi, lebih banyak pelamar tidak berarti lebih selektif. Dengan 20.000 pelamar dibandingkan 10.000 pelamar. Dalam beberapa hal, biaya pemprosesan ekstra pelamar lebih besar dari keuntungan untuk dapat lebih selektif. Manajer harus menilai tidak hanya jumlah pelamar yang dapat dihasilkan oleh setiap sumber, tapi juga kualitas pelamar.
Piramida Hasil Perekrutan, Piramida hasil perekrutan adalah hubungan aritmatik histories di antara pemimpin dan yang diundang perekrutan, yang diundang dengan wawancara, wawancara dan penawaran yang dibuat, dan penawaran yang dibuat dengan yang diterima. Beberapa pengusaha menggunakan hasil perekrutan untuk menghitung jumlah pelamar yang harus mereka hasilkan untuk mempekerjakan jumlah karyawan baru yang dibutuhkan.



5.4 Menyebutkan dan Menjelaskan Sumber Internal Para Calon Karyawan.
Sumber Kandidat Dari Dalam.
Perekrutan mungkin dapat mengingatkan kita tentang agen pekerjaan dan ilan khusus tetapi karyawan telah ada saat ini sering merupakan sumber kandidat yang terbaik.
Mengisi posisi lowong dengan kandidat dari dalam memiliki banyak keuntungan. Pertama, sebenarnya tidak ada pengganti untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan seorang kandidat. Oleh karena itu, sering lebih aman untuk mempromosikan karyawan dari dalam, karena mungkin tidak dpat memiliki pandangan yang lebih akurat tentang keterampilan seseorang dari luar. Kandidat dari dalam juga mungkin lebih berkomitmen kepada perusahaan. Kandidat dari dalam juga membutuhkan lebih sedikit orientasi dan pelatihan daripada kandidat dari luar. Meski demikian, mempekerjakan dari dalam juga memiliki kekurangan, Karyawan yang melamar untuk pekerjaan dan tidak mendapatkannya mungkin menjadi tidak puas; sangatlah penting untuk memberi tahu pelamar yang tidak berhasil tentang mengapa mereka ditolak dan tindakan perbaikan sseperti yang dapat diambil agar lebih besar di masa depan adalah hal yang sangat penting.


Menemukan Kandidat Internal.
Publikasi pekerjaan (job posting) adalah mempublikasikan pekerjaan yang lowong (sering secara tertulis menempatkannya pada papan bulletin) dan menyebutkan semua atribut, seperti kualifikasi, penyelia, jadwal kerja dan taraf penggajian.
Perangakat penyimpanan kualifikasi personalia seperti yang telah dideskripsikan sebelumnya (seperti bank keterampilan yang terkomputerisasi) juga penting. Pemeriksaan catatan personel mengungkapkan karyawan yang bekerja pada pekerjaan yang berada di bawah level pendidikan dan keterampilan mereka. Sistem catatan terkomputerisasi dapat membantu memastikan bahwa mempertimbangkan calon karyawan dari dalam yang berkualitas untuk pekerjan tersebut.
Memperkerjakan Kembali Karyawan.
Mempekerjakan kembali mantan karyawan memiliki pro dan kontra sendiri. Sisi baiknya, mantan karyawan adalah kuantitas yang telah dikenal (kurang lebih) dan telah mengenal budaya, gaya, dan cara perusahaan melakukan banyak hal. Disisi lain, karyawan yang telah keluar mungkin kembali dengan perilaku yang kurang positif. Dan mempekerjakan mantan karyawan yang telah keluar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik kembali ke posisi yamg lebih baik dapat memberi tanda kepada karyawan sekarang bahwa cara terbaik untuk maju adalah dengan meninggalkan perusahaan.

Perencanaan SDM

Perencanaan Personel dan Perekrutan SDM


> Menjelaskan Teknik Utama yang Digunakan dalam Perencanaan danPeramalan Pekerjaan.


Memprediksi kebutuhan Personel.


Analisis tren

adalah studi kebutuhan pekerjaan masa lalu di perusahaan selama suatu periode tahun untuk memprediksikan kebutuhan masa depan. Analisis tren dapat memberikan perkiraan awal, tetapi level pekerjaan jarang yang hanya bergantung pada ukuran waktu.Faktor lain (seperti perubahan dalam volume penjualan dan produktivitas) juga memengaruhikebutuhan pengisian staf.


Analisis rasio

adalah teknik peramalan untuk menentukan kebutuhan staf masa depandengan menggunakn rasio diantara, misalnya volume penjualan dan jumlah karyawan yangdibutuhkan.

Scater plot adalah metode grafis yang digunakan untuk membantu mengenali hubungan antara dua variable, seperti ukuran aktivitas bisnis dan level penyusunan staf perusahaan yang berhubungan


Sistem manual dan bagan pengganti.

Bagan pengganti adalah catatan perusahaan yang memperlihatkan prestasi saat ini dankemampuan dipromosikan dari kandidat dari dalam untuk posisi yang paling penting. Paramanajer menggunakan beberapa perangkat manual sederhana untuk menelusuri kualifikasi karyawan. Persediaan personel dan cataatan perkembangan menyusun informasi kualifikasi atas setiap karyawan. Informasi itu diambil, karier dan minat perkembangan, bahasa dan keterampilan. Kemampuan promosi sebagai potensi yang pengganti untuk satiap posisi yang dapat mengembangkan kartu pengganti posisi.


Sistem informasi terkomputerisasi.

Banyak sistem terkomputerisasi seperti ini, karyawan dan departeman SDM memasukkan informasi tentang latar belakang karyawan, pengalaman, dan keterampilan,sering meggunakan intranet perusahaan.


Meramalkan permintaan persediaan kandidat dari luar perusahaan.

Bila tidak akan memiliki cukup kandidat dari dalam untuk mengisi lowongan yangdiantisipasi (ingin keluar untuk alasan lain), perlu berfokus pada berusaha untuk mengantisipasi ketersediaaan kandidat dari luar. Sebagai contoh, mungkin inginmempertimbangkan kondisi ekonomi umum dan taraf pengangguaran yang diperkirakan.Biasanya makin rendah taraf pengangguran, akan makin sulit untuk merekrut personel.


> Menyebutkan dan Membahas Sumber Eksternal Para Calon Karyawan.


Perekrutan yang efektif.

Makin banyak pelamar yang anda dapatkan, menjadi makin selektif dalammemperkerjakan. Bila hanya ada dua kandidat yang melamar untuk dua lowongan, Andahanya ingin memiliki sedikit pilihan selain memperkerjakan mereka. Perekrutan adalah hal yang lebih kompleks dari apa yang dipikirkan oleh seorangmanajer. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan penempatan iklan atau memanggil agen pekerjaan. Pertama, upaya perekrutan harus sesuai dengan rencana strategis perusahaan.Kedua, beberapa metode perekrutan lebih baik dari yang lain, bargantung pada jenis pekerjaan yang Anda rekrut dan yang menjadi sumber Anda. Ketiga, keberhasilan rekrutmen bergantung pada luasan area masalah dan kebijakan nonrekrutmen SDM.

Mengorganisasikan Fungsi Perekrutan.

Ada beberapa keuntungan melakukan sentralisasi fungsi perekrutan. Pertama,sentralisasi memudahkan untuk mengaplikasikan prioritas strategis perusahaan secara keseluruhan Melakukan perekrutan secara terpusat memiliki keuntungan lain. Metode ini mengurangi duplikasi (memiliki beberapa kantor perekrutan), memudahkan untuk menyebarluaskan biaya dari tekhnologi baru (seperti solousi perekrutan dan penyaringan berbasis internet) pada lebih banyak departemen, membentuk tim ahli perekrutan dan memudahkan untuk mengidentifikasi mengapa perekrutan yang dilakukan berjalan dengan baik (gagal). Metode ini juga menghasilkan kesesuaian/sinergi


Kerja sama Lini dan Staf

Manajer SDM yang merekrut untuk sebuah lowongan pekerjaan jarang sekali menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi prestasi orang tersebut. Oleh karena itu, orang itu harus menetahui dengan pasti apa yang diminta pekerjaan tersebut dan ini berarti berbicara dengan penyelia yang terlibat.


> Merekrut Para Calon Karyawan Secara Efektif.


Mengukur Efektifitas Perekrutan

Apa yang harus diukur dan bagaimana mengukurnya. Berkaitan dengan apa yang harus diukur, jawaban yang mudah adalah, “Berapa banyak pelamar yang dapat dihasilkan dari setiap sumber perekrutan?” Iklan di internet mungkin menghasilkan lebih banyak daripada iklan di Koran Minggu, jadi paling tidak kita harus menilai berbagai sumber yang berbeda berdasarkan pada berapa jumlah pelamar yang dihasilkan

Pada praktiknya, lebih banyak adalah tidak selalu berarti lebih baik. Pengusaha harus anarik pelamar yang berkualitas, tidak hanya pelamar. Satu iklan internet mungkin dapatmenghasilkan ribuan pelamar, banyak yang berasal dari jauh yang tidak memungkinkanmereka jadi calon karyawan yang dapat bekerja dengan baik. Bahkan dengan pra penyaringanyang terkomputerisasi dan software penelusuran, tetap ada biaya dalam pengelolaankumpulan pelamar. Semakin besar kelompok pelamar, samakin banyak pelamar yang harusdihubungi dan diseleksi, meningkatkan biaya dan makin potensial memperlama waktu yangdibutuhkan untuk mengisi posisi yang kosong. Lebih jauh lagi, lebih banyak pelamar tidak berarti lebih selektif. Dengan 20.000 pelamar dibandingkan 10.000 pelamar. Dalam beberapahal, biaya pemprosesan ekstra pelamar lebih besar dari keuntungan untuk dapat lebih selektif.Manajer harus menilai tidak hanya jumlah pelamar yang dapat dihasilkan oleh setiap sumber,tapi juga kualitas pelamar

Piramida Hasil Perekrutan,

Piramida hasil perekrutan adalah hubungan aritmatik histories di antara pemimpin dan yang diundang perekrutan, yang diundang denganwawancara, wawancara dan penawaran yang dibuat, dan penawaran yang dibuat dengan yangditerima. Beberapa pengusaha menggunakan hasil perekrutan untuk menghitung jumlah pelamar yang harus mereka.


Soal-Soal Analisis Jabatan

1. Jelaskan pengertian dari analisis jabatan ?

Jawab : prosesmendapatkan atau mengumpulkan informasi sebuah jabatan.


2. Apa saja manfaat dari informasi analisis pekerjaan ?

Jawab : perekrutan dan penyeleksian, kompensasi, penilaian prestasi, pelatihan, menentukan

kewajiban yang tidak ditugaskan, memenuhi EEO


3. Apa tujuan dari analisis jabatan?

Jawan : Untuk memberikan pengertian tentang tugas yang terkandung dalam suatu jabatan dan

persyaratan yang harus dipenuhi untuk jabatan tersebut.


4. Ada beberapa tahap dalam proses menganalisis pekerjaan/jabatan. Tahap apa saja-kah itu, sebutkan ?

Jawab : 1. Merencanakan anlaisis pekerjaan, 2. Mempersiapkan dan menganalisis pekerjaan

3. Melakukan analisis pekerjaan, 4. Mengembangkan deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan

5. Mempertahankan dan memperbarui deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan


5. Metode- Metode apa saja Yang Digunakan Dalam Analisi Jabatan ?

Jawab : metode observasi, wawancara, dan angket.


6. Ada tiga jenis wawancara digunakan untuk mengumpulkan data analisis jabatan, sebutkan !

Jawab :wawancara individual dengan masing-masing karyawan, wawancara kelompok dengan

kelompok karyawan yang memilki jabatan yang sama, dan wawancara penyelia dengan satu atau

lebih penyelia yang benar-benar berpengetahuan tentang jabatan dengan pekerjaan yang dianalisis.


7. Apa yang dimaksud dengan dejobbing?

Jawab : Memperluas tanggung jawab pekerjaan perusahaan dan mndorong karyawan untuk tidak

membatasi diri mereka dengan deskripisi pekerjaan mereka

Artikel Analisis Jabatan

Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia telah memberikan penjelasan singkat mengenai arti dari beberapa istilah yang berkaitan dengan jabatan, yaitu:

UNSUR :
Unsur merupakan komponen yang paling kecil dari pekerjaan, misalnya memutar, menggosok, menarik, mengangkat, menekan, dan sebagainya.

TUGAS:
Tugas merupakan sekumpulan dari beberapa unsur pekerjaan. Tugas merupakan kegiatan fisik atau mental yang membentuk langkah-langkah wajar yang diperlukan dalam pelaksanaan kerja.

KEDUDUKAN:
Kedudukan (posisi) merupakan sekumpulan tugas yang diberikan kepada seorang pegawai atau pekerja, yakni seluruh kewajiban dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seorang pegawai atau pekerja. Jumlah kedudukan di dalam suatu perusahaan atau instansi adalah sama dengan jumlah pegawai atau pekerjanya.

PEKERJAAN:
Pekerjaan (occupation) merupakan sejumlah kedudukan (posisi) yang memiliki persamaan kewajiban atu tugas-tugas pokoknya. Dalam kegiatan analisis jabatan, suatu pekerjaan dapat diduduki oleh satu orang atau beberapa orang yang tersebar di berbagai tempat.

JABATAN:
Jabatan (job) merupakan sekumpulan pekerjaan yang berisi tugas-tugas yang sama atau berhubungan satu dengan yang lainnya dan pelaksanaannya meminta kecakapan, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang juga sama meskipun tersebar di berbagai tempat.

UNSUR ==> TUGAS ==> KEDUDUKAN (POSITION) ==> PEKERJAAN (OCCUPATION) ==> JABATAN (JOB)

DEFINISI ANALISIS JABATAN

Mondy dan Noe (1993) :
Analisis jabatan sebagai suatu proses yang sistematik yang menentukan tugas, keterampilan, dan pengetahuan sistematik yang diperlukan untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan dalam sebuah organisasi.

Dessler (1992) :
Analisis jabatan sebagai suatu cara dimana kita menentukan tugas-tugas dan sifat sesuatu pekerjaan. Ia juga merupakan proses untuk menentukan jenis pekerjaan (dari skill dan pengalaman) yang akan dipilih untuk mengisi suatu pekerjaan.

KEGUNAAN ANALISIS JABATAN
Fungsi Administratif

  1. Sebagai dasar untuk melakukan rekruitment, seleksi dan penempatan pegawai baru.
  2. Sebagai dasar untuk merancang program pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan.
  3. Sebagai dasar untuk melakukan penilaian dan standar hasil kerja.
  4. Sebagai dasar untuk melakukan evaluasi kerja.
  5. Sebagai dasar untuk melakukan orientasi.

Fungsi Maintenance

  1. Sebagai dasar didalam pengembangan organisasi
  2. Sebagai dasar didalam perencanaan tenaga kerja
  3. Sebagai dasar didalam perencanaan karir
  4. Sebagai dasar didalam konseling

PELAKSANAAN ANALISIS JABATAN

Tahapan Analisis Jabatan

A. Tahap persiapan dan perencanaan

  1. Penegasan kembali struktur organisasi yang akan menjadi pegangan bagi proses selanjutnya termasuk nama-nama jabatan dan tempatnya
  2. Inventarisasi jabatan yang ada disetiap unit kerja yang ada dan disusun berdasarkan hierarki dan diberi kode identifikasi.
  3. Menetapkan metode pengumpulan data yang akan digunakan dan menyiapkan alat dan sarana yang diperlukan (misalnya formulir)
  4. Membentuk team pelaksana analisis jabatan dan menjelaskan tentang metode pengumpulan dan pengolahan data yang akan digunakan
  5. Mengkomunikasikan tentang maksud dan tujuan analisis jabatan yang akan dilaksanakan kepada semua pihak (pimpinan dan karyawan perusahaan). Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya salah pengertian dan timbulnya persepsi dan harapan yang keliru.

B. Tahap pengumpulan data

1. Informasi yang diperlukan

  • i. Aktivitas tugas, perilaku manusia (kapan, bagaimana, kenapa pekerjaan perlu dilaksanakan)
  • ii. Mesin, Peralatan, Perlengkapan, dan alat bantu
  • iii. Kondisi Jabatan
  • iv. Kebutuhan Personil
  • v. Standar Kerja

2. Metode Pengumpulan Informasi / Data

  • i. Wawancara (individual, kelompok, dengan penyelia)
  • ii. Kuesioner (terbuka, tertutup)
  • iii. Observasi
  • iv. Buku Harian (Log Book)
  • v. Kombinasi

C. Tahap Pengolahan Data, untuk menghasilkan:

  • Uraian tugas
  • Persyaratan jabatan
  • Rekomendasi bagi perencanaan tenaga kerja, keputusan perekrutan dan seleksi, penilaian kinerja, evaluasi jabatan yang berkaitan dengan pemberian kompensasi, kebutuhan pelatihan, sistem dan prosedur administrasi pegawai.

HASIL ANALISIS JABATAN
1. Uraian Jabatan (Job Description), memuat:

  • Identifikasi jabatan (nama, status, kode, tangal uraian, lokasi jabatan)
  • Ringkasan jabatan
  • Hubungan, tanggunga jawab, dan kewajiban.
  • Wewenang dari pemegang jabatan
  • Standar kinerja
  • Kondisi Kerja

2. Spesifikasi jabatan (Job Specification)
adalah persyaratan jabatan minimal yang harus dipenuhi oleh orang yang menduduki suatu jabatan.

STANDAR KINERJA : Adalah job segment yang ditentukan standard minimalnya untuk di sebut Cukup Baik.
Standard ini harus menunjukan salah satu atau keempat faktor berikut: Kualitas, Kuantitas, Batas Waktu, Effisiensi Sumber Daya.

Analisa Jabatan

Analisis pekerjaan adalah prosedur yang anda lalui untuk menentukan tanggung jawab posisi2 tersebut dan karateristik orang orang yang bekerja di posisi tersebut. analisis pekerjaan memberikan informasi yang digunakan untuk membuat deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. berikut beberapa informasi tentang analisis pekerjaan.
1. aktivitas pekerjaan
2. perilaku manusia
3. mesin, perangkat, peralatan, dan bantuan pekerjaan
4. standar prestasi
5. konteks pekerjaan
6. persyaratan manusia.

analisis pekerjaan adalah dasar dari aktivitas msdm yang saling terkait yaitu termaksud :
1. perekrutan dan penyeleksian
2. kompensasi
3. penilaian prestasi
4. pelatihan
5. menentukan kewajiban yang tidak ditugaskan
6. memenuhi EEO

ada 3 metode dalam mengumpulkan informasi analisis pekerjaan yaitu wawancara, kuisioner dan observasi. pendekatan lainnya ialah dengan menanyakan pekerja untuk menyimpan catatan laporan tentang apa yang mereka lakukan selama sehari itu.

analisis pekerjaan fungsionaladalah serupa dengan metode DOL, tetapi dengan 2 cara. pertama, analisis pekerjaan fungsional membuat rating pekerjaan bukan hanya atas data, manusia, dan benda, tetapi juga untuk 4 dimensi lainnya.

Tujuan Analisis Pekerjaan

Analisis pekerjaan dipakai untuk berbagai tujuan, baik sektor publik maupun sektor swasta. Berikut ini tujuan dari analisis pekerjaan :

1. Job description, yang berisi informasi pengeidentifikasian pekerjaan, riwayat pekerjaan, kewajiban-kewajiban pekerjaan, dan pertanggungjawaban, spesifikasi pekerjaan atau informasi mengenai standar- standar pekerjaan.

2. Job classification, penyusunan pekerjaan-pekerjaan ke dalam klas-klas, kelompok-kelompok, atau jenis-jenis berdasarkan rencana sistematika tertentu. Rencana sistematika tradisional biasanya didasarkan pada garis kewenangan organisasi, isi tugas/pekerjaan yang didasrkan pada teknologi, dan tugas/pekerjaan ini pada gilirannya didasarkan pada perilaku manusia.

3. Job evaluation, suatu prosedur pengklasifikasian pekerjaan berdasarkan kegunaan masing-masing di dalam organisasi dan dalam pasar tenaga kerja luar yang terkait.

4. Job desing instructuring, meliputi usaha-usaha untuk mengalokasi dan merestrukturalisasikan kegiatan-kegiatan pekerjaan ke dalam berbagai kelompok.

5. Personal requirement/spesifications, berupa penyusunan persyaratan-persyaratan atau spesifikasi-spesifikasi tertentu bagi suatu pekerjaan, seperti pengetahuan(knowledge), ketrampilan(skills), ketangkasan(aptitudes), sifat-sifat dan ciri-ciri(attributes and traits) yang diperlukan bagi keberhasilan pelaksanaan suatu pekerjaan.

6. Performance appraisal, tujuan penting daripada penilaian performansi ini adalah dengan maksud untuk mempengaruhi dari para pekerja melalui keputusan-keputusan administrasi, seperti promosi, pemberhentian sementara (lay off), pemindahan(transfer), kenaikan gaji, memberi informasi kepada para pekerja tentang kemampuan-kemampuan dan kekurangan-kekurangan yang berkaitan dengan pekerjaannya masing-masing.

7. Worker training, untuk tujuan-tujuan pelatihan.

8. Worker mobility, , untuk tujuan mobilitas pekerja(karir), yaitu dinamika masuk-keluarnya seseorang dalam posisi-posisi, pekerjaan-pekerjaan, dan okupasi-okupasi tertentu.

9. Efficiency, ini mencakup penggabungan proses kerja yang optimal dan rancangan keamanan dari peralatan dan fasilitas fisik lainnya dengan referensi tertentu pada kegiatan-kegiatan kerja, termasuk prosedu-prosedur kerja, susunan kerja dan standar-standar kerja.

10. Safety, sama dengan efisiensi, tapi perhatiannya lebih diarahkan pada identifikasi dan peniadaan perilaku-perilaku kerja yang tidak aman, kondisi-kondisi lingkungan.

11. Human resource planning, ini meliputi kegiatan-kegiatan antisipatif dan reaktif melalui suatu organisasi untuk memastikan organisasi tersebut memiliki dan akan terus memiliki jumlah dan macam orang pada tempat yang tepat, waktu yang tepat, dll.

12. Legal/quasi legal requirements, aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan lainnya yang berkaitan dengan organisasi.

C. Manfaat Analisis Pekerjaan

Analisis pekerjaan mempunyai manfaat dalam suatu pengorganisasian, antara lain :

  • Analisis susunan kepegawaian (Informasi pekerjaan)
  • Desain Organisasi (menganalisis elemen, menyusun posisi organisasi)
  • Redesain pekerjaan (untuk meningkatkan metode pekerja, mengurangi kesalahan, eliminasi yang tidak perlu, perbaikan kinerja)

D. Tahap-tahap analisis

Dalam analisis pekerjaan terdapat dua langkah utama yang harus dilakukan, yaitu (1) penentuan tugas-tugas utama, kegiatan-kegiatan, perilaku-perilaku atau kewajiban-kewajibanyang akan dilaksanakan dalam pekerjaan. (2) penetapan pengetahuan (knowledge), kemampuan-kemampuan (abilities), kecakapan-kecakapan (skills), dan beberapa karakteristik lainnya (faktor-faktor kepribadian, sikap, ketangkasan atau karakteristik fisik dan mental yang di perlukan bagi pekerjaan) yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-tugas.

E. Jenis Analisis Pekerjaan

1. Analisis Pekerjaan Tradisional (Traditional Job Analysis)

Model tradisional ini hanya mencari informasi sekitar tiga aspek, antara lain tanggung jawab yang merinci unit organisasi kepada mana suatu kedudukan harus bertanggung jawab, harus tunduk kepada pengarahan dan bagian pelaksanaan, skewajiban-kewajiban umum dari seseorang yang sedang memegang suatu kedudukan, kualifikasi-kualifikasi minimal yang diterima sebagai kelayakan.

2. Analisis Pekerjaan yang beroreientasi hasil (Ersult-oriented Jobs Description atau RODs)

Analisis pekerjaan yang berorientasikan hasil ini merupakan suatu kehidupan kecil di dalam program-oriented budget yang bermanfaat bagi produktivitas.